• buku 4
  • buku 5
  • buku 2
  • buku 3

TPMS adalah singkatan dari tire pressure monitoring systems (sistem pemantauan tekanan ban), dan terdiri dari sensor-sensor kecil yang dipasang di setiap roda, dan fungsinya adalah untuk memberi tahu mobil Anda berapa tekanan ban saat ini.

Alasan mengapa hal ini sangat penting adalah karena dengan memastikan ban Anda terisi angin dengan benar, Anda akan mendapatkan performa terbaik, penghematan bahan bakar terbaik, mengurangi risiko ban meledak, dan memperpanjang umur ban Anda.

封面

Berikut ini adalah data penelitian tentang hubungan antara tekanan ban, konsumsi bahan bakar, dan umur pakai.

图 foto5

Dari grafik data di atas kita dapat mengetahui dengan jelas:

• Jika tekanan ban 25% lebih tinggi dari tekanan standar, masa pakai ban akan berkurang sebesar 15%~20%.

• Ketika suhu ban lebih tinggi dari batas suhu maksimum (umumnya tidak lebih dari 80 derajat Celcius), keausan ban akan meningkat sebesar 2% untuk setiap kenaikan satu derajat.

• Ketika tekanan ban tidak mencukupi, area kontak antara ban dan permukaan jalan meningkat, dan gaya gesekan juga meningkat, sehingga mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan bakar dan peningkatan emisi polusi kendaraan.

• Tekanan ban yang kurang atau terlalu tinggi juga dapat memengaruhi pengendalian kendaraan secara optimal, dan juga dapat meningkatkan keausan abnormal pada komponen kendaraan seperti sistem suspensi.

Hubungan Sensor dan Kendaraan

图 foto6

Sensor TPMS di Dalam Kendaraan

SensorMengirimkan informasi ke Penerima dengan sinyal RF frekuensi tinggi nirkabel (315MHz atau 433MHz) sesuai dengan protokol tertentu.

Penerima, mengirimkan informasi ke ECU melalui koneksi kabel.

ECUyang mengirimkan informasi tersebut ke Dashboard.

PS: Protokol sensor adalah aturan komunikasi antara sensor dan penerima yang ditetapkan oleh pabrikan (OEM). Isi protokol meliputi ID sensor, tekanan yang terdeteksi, suhu, dan informasi lainnya. Setiap mobil memiliki protokol sensor yang berbeda.

ID sensor sama seperti nomor identitas, tidak ada sensor OE (Original Equipment) yang memiliki ID yang sama. Saat setiap kendaraan keluar dari jalur perakitan, keempat sensornya telah terdaftar di ECU (Engine Control Unit) masing-masing. Saat beroperasi di jalan, kendaraan tidak akan salah mengidentifikasi sensor pada kendaraan lain.

Jadi ketika kendaraan mengganti sensor tersebut,
1, atau ganti dengan protokol yang sama, ID yang sama, dan sensor yang sama.
2. Atau, ganti sensor dengan sensor yang memiliki protokol yang sama tetapi ID yang berbeda, lalu daftarkan ID sensor baru ini ke ECU kendaraan.

Tindakan mendaftarkan ID sensor baru ke ECU kendaraan ini biasanya disebut TPMS Relearn di pasar Eropa dan Amerika.

Setelah memahami prinsip kerja sensor TPMS, berikut adalah proses penggunaan dan aktivasi sensor TPMS Fortune. Langkah-langkah aktivasi yang lebih detail dapat ditemukan dalam video singkat berikut.


Waktu posting: 25 Maret 2022
UNDUH
Katalog Elektronik